Pendekatan-pendekatan Dalam Perhitungan Total Energi Sistem Kristal

Suatu sistem kristal terdiri dari dua objek yang saling berinteraksi, yaitu inti dan elektron. Inti yang dimaksud disini, adalah proton, neutron, dan elektron pada kulit dibawah kulit terluar, atau disebut juga dengan elektron inti. Sedangkan yang dimaksud dengan elektron adalah elektron valensi. Perhitungan energi total sistem banyak objek memerlukan usaha yang besar karena sifatnya yang berinteraksi satu sama lain. Karenanya digunakan berbagai pendekatan untuk mempermudah perhitungan dengan pembatasan pada tingkat ketelitian tertentu. Pendekatan yang sering digunakan adalah melalui teori fungsional rapat muatan (density functional theory, DFT), penggunaan pseudopotensial untuk menggantikan potensial yang dialami oleh elektron valensi saat melewati inti dan penguraian fungsi gelombang menjadi planewave (sebagai fungsi dasarnya).

Dengan DFT yang kembangkan oleh Hohenberg dan Kohn pada tahun 1964 serta Kohn dan Sham pada tahun 1965, secara prinsip, sistem gas elektron yang saling berinteraksi (dalam keberadaan inti) dapat digantikan dengan suatu sistem dimana partikel tunggal bergerak dalam potensial efektif nonlokal. Dengan kata lain, pendekatan ini mengajukan suatu penyederhanaan, yaitu mengganti perhitungan banyak objek (elektron-elektron yang saling berinteraksi), dengan menghitung pengaruh elektron-elektron lain sebagai jumlahan potensial efektif nonlokal yang dialami oleh satu elektron.

Teori pseudopotensial pertama kali diperkenalkan oleh Phillips pada tahun 1985 serta Heine dan Cohen pada tahun 1970, digunakan untuk menggantikan potensial akibat interaksi inti dan elektron pada saat elektron melewati daerah inti. Dengan demikian, tidak diperlukan planewave yang sangat besar untuk menggambarkan perilaku elektron saat melewati potensial inti. Potensial yang baru ini disebut pseudopotensial.

Dalam perhitungan juga dilakukan ekspansi fungsi gelombang Schrodinger kedalam sekelompok planewave. Dengan penggunaan planewave sebagai fungsi dasar, penelitian dalam konfigurasi atom yang kompleks dan bersimetri rendah menjadi lebih mudah.

Alien’
Universes around us?

Dimana
sebenarnya tempat kita dalam alam semesta ini? Atau mungkin
pertanyaan yang lebih tepat apakah alam semesta itu? Mari kita
samakan definisi mengenai alam semesta. Yang dimaksud alam semesta
adalah keseluruhan ruang dimana konsep kita mengenai alam berlaku
sama dimanapun tempatnya di dalam ruang tersebut. Dengan pengertian
ini, multiple universes seperti yang diajukan oleh Max Tegmark
(Parallel Universe, 2003) adalah berbagai alam semesta, dalam
berbagai tingkat keragaman (Tingkat 1: volume Hubble, tingkat 2:
gelembung Big Bang, tingkat 3: many worldnya mekanika kuantum dan
tingkat 4: struktur matematis) yang paling tidak setiap alam semesta
di dalamnya, jika kita melakukan pengukuran dimanapun dalam ruang di
dalamnya, memiliki state yang sama (tingkat 1: satu kondisi awal,
tingkat 2 dan 3: konstanta, dimensionalitas dan partikel, tingkat 4:
struktur matematika).

Selanjutnya
apakah yang dimaksud ‘Alien Universe’? Istilah ini dituliskan
oleh Merali dalam artikelnya di Newscientist.com edisi 19 Mei 2007.
Alien universe adalah alam semesta lain dalam tingkat 2, yaitu
gelembung big bang yang berada dalam
false
vacuum
.
Sejak diajukan, teori multiple universe sulit untuk dibuktikan secara
eksperimen karena universe yang lain benar-benar berada di luar alam
semesta kita. Sementara untuk mencapai tepian volume Hubble saja
sudah memakan waktu 13 milyar tahun cahaya, apalagi untuk keluar dari
gelembung big bang kita dan melancong ke alam semesta lain.

Colliding_universe_2

Alam
semsta yang bertabrakan. Alam semesta kita yang sedang mengembang
dengan cepat dapat bertabrakan dengan alam semesta Alien dan akhirnya
menyatu. Apakah alam semesta kita dapat bertahan atau tidak
tergantung pada parameter kosmologi alam semesta yang menabrak. Jika
tidak terlalu berbeda, kehidupan kita mungkin masih bisa diteruskan
dan jejaknya akan terlihat berupa anomali pada pola CMB skala besar.

Namun
paling tidak
Anthony
Aguirre dari University of California, Santa Cruz memikirkan sebuah
cara lain untuk membuktikan keberadaan Alien Universe disekitar alam
semesta kita. Argumennya adalah bahwa gelembung ruang-waktu lain
dapat bertabrakan dengan alam semesta kita. Jejak tabrakan ini akan
terekam dalam Cosmic Microwave Background (CMB) berupa anomali skala
besar dalam distribusi titik panas dan dingin. Menurut Carlo
Contaldi, ahli CMB di Imperial College London, anomali seperti ini
benar-benar ditemukan dalam pola CMB.

Jika
tabrakan ini terjadi, dinding gelembung ruang-waktu Alien akan
menabrak kita dan menghancurkan apa saja yang berada di depannya.
Tidak hanya itu, sifat materi dan parameter kosmologi yang berbeda
juga menghamburi kita, dan belum tentu cocok bagi kehidupan seperti
yang kita miliki saat ini.
Walaupun
demikian Alex Vilenkin dari Tufts University di Medford,
Massachusetts, baru-baru ini telah menghitung kemungkinan terjadinya
tabrakan maut tersebut. Hasilnya sangat kecil, namun kemungkinan
tersebut masih ada sehingga jejaknya masih dapat ditemukan lewat pola
CMB skala besar.

Source:
Artikel
berjudul
Is
the evidence for ‘alien’ universes all around us?

Yang ditulis oleh Zeeya Merali di NewScientist.com untuk edisi print
tanggal 09 May 2007. Serta paper Parallel Universe oleh Max Tegmark
tahun 2003.

 

quantum system and macroscopic world

Mengapa kita tidak merasakan dunia kuantum? Misalnya saja saat mengalami dua pilihan, masuk lewat pintu kiri atau kanan, kita tepat melewati keduanya pada saat yang bersamaan, persis seperti foton dalam eksperimen celah ganda, dimana gelombang probabilitasnya memberikan kemungkinan 50:50? Kenapa pula kucing Schrodinger tidak terlihat hidup sekaligus mati?
Alasannya sama seperti kenapa kita sulit menemukan pola interferensi dengan menggunakan cahaya lampu pijar. Yup … itu karena sumber cahaya lampu pijar tidak koheren. Dalam teori kuantum ini disebut dengan istilah ‘decoherence’. Sistem atom yang meluruh di dalam kotak Schrodinger bukan merupakan sistem mikroskopik yang terisolasi dari lingkungan. Sehingga yang seharusnya terjadi sifat koherensi, karena alterisasi lingkungan, misalnya molekul udara yang menumbuk atom bahan radioaktif, sistem tersebut menjadi decoherence. Hasilnya, saat kita membuka tutup kotak, seekor kucing tetap mengeong dan gelombang probabilitas matinya tetap ada di ruang Hilbert namun sudah teralterisasi sehingga tidak
terobservasi.

zen

Metode meletakkan pikiran. Maksudnya kita tidak memikirkan apapun juga, bahkan tidak berpikir bahwa kita harus tidak memikirkan sesuatu. Dalam keheningan ini, kita menjadi tak terpengaruh oleh apapun, kecemasan, kebahagian, kesakitan maupun kenyamanan. Bukan karena kita berusaha untuk melupakannya tapi karna memang kita tidak lagi memiliki alat untuk memberi perhatian kepada perasaan-perasaan tersebut:pikiran.

Itulah mungkin metode utama dalam Zen. Tujuan akhir dari jalan ini adalah sebuah pencerahan. Mengalami ketidakterpisahan. Ketika kesadaran kosmis ini dicapai, tidak ada kata-kata yang sanggup untuk menggambarkannya.

Meditasi zen bahkan tidak terpisah dari hidup kita. Contoh yang paling sering diceritakan adalah untuk mengalami dengan benar-benar apa yang sedang kita lakukan. Misalnya jika sedang makan benar-benar pusatkan perhatian pada makanan, rasanya, teksturnya di mulut, bagaimana setiap kunyahan melepaskan berbagai wewangian yang tercium di hidung. Bukannya memikirkan hal yang lain, misalnya habis makan ini ingin kemana yaa? Atau was-was pintu kamarku tadi sudah dikunci belum ya?

Guru vinaya You Yuan menanyai Zhao Zhou:

‘Apakah kau masih berlatih bidang-bidang pembinaan spritual?’

‘aku masih melakukannya.’

‘Bagaimana kau berlatih?’

‘Saat nasi datang, aku makan; saat kelelahan datang, aku tidur,’ jawab Zhao Zhou.

‘Semua orang melakukan itu; jadi, setiap orang menerapkan pembinaan spritual sepertimu!’

‘Tidak sama.’

‘Mengapa tidak sama?’

‘Saat waktunya makan, mereka tidak makan; mereka mengikatkan diri pada ratusan pikiran. Saat waktunya tidur, mereka tidak tidur; mereka diganggu oleh ribuan rencana yang penuh perhitungan’.

Begitulah, zen mengajarkan betapa berharganya setiap saat yang kita lalui.

sprituality

Belakangan ini aku lagi mencoba memperluas penglihatanku, dan semoga kemudian pemahaman, mengenai kesadaran spritual. Dari Budha, Zen, Tao, Yoga kebanyakan berasal dari dunia timur dan kemudian membandingkannya dengan agama yang kupilih sekarang ini; islam. Dan luar biasanya, setiap kali aku melihat kedalam ajaran-ajaran tersebut, selalu ada hal-hal baik yang juga sudah terkandung dalam islam, sedangkan hal-hal yang ga bagus, ga ada dalam islam. Setiap aku memahami ajaran demi ajaran mereka, setiap kali itu pula aku kagum dengan Islam. Hingga sekarang aku benar-benar sadar dan yakin, ga ada ajaran lain yang lebih bagus, lebih tepat dan lebih sempurna untuk seluruh manusia, bagaimanapun tingkat pemikirannya, bagaimanapun keadaannya, selain islam. Tiada ilah selain Allah, dan Muhammad adalah rasul Allah.

Ingin mendapatkan ketenangan dari meditasi yang diajarkan dalam Zen, lakukan Shalat dalam Islam. Ingin mendapatkan keseimbangan dalam hidup seperti yang diajarkan taoisme dengan Yin Yangnya, pahami al-quran yang ajarannya selelu menekankan keselarasan antara hubungan Pencipta-makhluk dengan makhluk-makhluk. Atau ingin mendapatkan kesehatan sekaligus pembersihan diri spritual seperti yang diajarkan dalam Yoga? Lakukanlah puasa seperti tuntunan nabi Muhammad SAW dalam islam.

Tidak seperti kebanyakan ajaran lain, yang hanya bisa diikuti oleh orang-orang tertentu saja yang memiliki keinginan kuat (zen), kecerdasan(tao), islam cocok untuk semua manusia dalam berbagai tingkatan spritual dan keadaan; mereka yang serakah dengan dunia, mereka yang tidak memiliki pemahaman, mereka yang meninggalkan keduniaan untuk sepenuhnya menghadap Rabb sang Pencipta. Islam agama yang Universal. Buka wawasan kamu, dan lihatlah indahnya agama ini.

tao

Dalam keheningan terdapat ketidakterbatasan, kebebasan dan kesegaran kesadaran seakan-akan tidak teracuni dan disinari penuh berkah, harmonisasi yang sempurna antara tubuh dengan lingkungan, sinar emas memancar, dan segalanya begitu sempurna, bulan penuh di langit, keseluruhan dunia merasakan terang dan kejernihan, tubuh dan pikiran terang dan terbuka, sinar emas membesar … dalam keheningan yang sempurna segalanya benar-benar terbuka di depan mata, putih murni dan lembut seakan-akan membuka mata di dihadapan awan … melihat kepada tubuh dan menemukan bahwa tubuh tidak di sana, segalanya berwarna putih lembut dan murni, baik internal maupun eksternal menjadi transparan.

[Lu Dong Bin]

pagi dalam stiap jawaban

Apakah artinya diriku, memandang sepi kedalam diri, menyambut tawa namun akhirnya terhenti dalam kematian, andai satu mentari muncul pagi ini, kan kau lihat wajah hitamku dengan penuh kebusukan. Aku terhenti dalam ketidakberdayaan, ketidaktahuan dan sendiri. Andai kutahu ada angin yang menghembus maupun gerimis yang menghempas, niscaya kukan hidup darinya. Melanturkan nyanyian kebosanan sekaligus kerinduan. Namun apakah mentari mengerti? Hingga cahayanya bisa slalu datang saat kubutuhkan, dan hangatnya slalu tiba saat ku kedinginan dan inginkan tempat bersandar. Slalu pagi dalam stiap jawaban. 

hany sbuah tanya

sejenak dalam usaha menghapus pikiran
berusaha tak terikat namun tetap memandang
berjuta goresan pisau datang meraung bagai badai tanpa habis
seperti tak kuat kaki menahan
dan terbungkuk ku berjalan

hanyut dalam pikiran menerawang lewat tubuh dan jiwa yang tak lagi kumiliki
tersudut menghambur sepi
namun tak kunjung jua smua berhenti

badan terpisah seperti robeknya hati
ditambah kegalauan tak mengerti
hanya sbuah tanya
namun tanpa jawaban

salju dan lilin

Nafasku semakin pendek
menghembus dengan berat
menepiskan dingin salju


langit tak pernah berubah
mendung dan awan tebal menyelimutkan kedinginan di muka bumi

Stiap hembusan menyulap menjadi uap
embun yang tersisa ditengah lautan es
mengaburkan pandangan

Kunyalakan lilin kecil
menerangi kerudung kain
menghangatkan secuil daging di tubuhku
sbelum akhirnya butiran es kecil memadamkan smangat yang kubangkitkan

Satori

Hening …

Ku duduk di tepi danau … memandang riak penuh warna … dan kemudian tercebur dalam satu tarikan nafas, menyatu dan tak lagi terbedakan.

Sejenak yang tak terlupakan.