Bila……
Dan aturan ini berlaku begitu saja …………………
Malam ini terlalu gelap, bahkan untuk mencari sepotong kayu bakar pun tidak bisa. Hanya bisa tinggal di sini, di sela rumput tinggi yang kuharap kan slalu setia melindungi aku dari dinginnya angin.
Kucoba tuk membuka mata di tengah malam
sambil berbaring kutatap satu bintang yang jauh di puncak langit sana.
Berharap ku tuk pergi kesana dan mengambil sedikit kehangatan yang tlah hilang di sini.
Namun mendung muncul dengan mengejutkan
Malam ini gerimis turun menyelimuti tubuh-tubuh kaku ku, semakin rapat ku menunuduk mencoba tuk tidak melihatnya, semakin kdinginan aku di sini. Hanya lembaran hijau daun rumput yang ada di sekelilingku hanya suara jangkrik kesepian yang mengaduh d sampingku.
Kucoba tuk menenangkannya, tapi ia tak mau diam terus menangis dan menangis, sementara diriku tetap basah oleh gerimis ini.
Kucoba tuk menghilangkan pikiran awam ini, sudah lupa kapan terakhir kalinya aku bisa makan, tapi perutku tak pernah setuju. Sakit yang menusuk menjadi teman bicaraku di sini.
Hanya tahu tuk menunggu pagi dan berharap seseorang menemukan aku di sini karna kuyakin aku sudah tak mampu berjalan lagi.
Sekali lagi malam ini berlalu dan pagipun menjelang
malam yang lama hanya menyisakan ribuan bulir embun yang dengan perlahan bergulir jatuh dari tubuh ku, tubuh kaku ku.
Kucoba melangkah kaki, namun setapak pun hanya impian , aku roboh sebelum sempat berfikir bahwa aku melangkahkan kaki.
Menghabiskan pagi bersama udara kering, menanti matahari tuk melumerkan tubuhku dari semua kebekuan.
Siang terik, bahkan jika ia terjadi 1000 jam pun takkan bisa menghapuskan kebekuan tadi malam bahkan ketika matahari sudah kelelahan di ujung sana dan ingin pergi beranjak tidur.Lembayung merah yang muncul cuma bisa mengantarkan ketakutan tuk hadapi malan ini,
malam-malam gelap
senantiasa menyapu kekuatan yang tersisa pada tubuhku……
[30 Oktober 2004]
