Archive for October, 2005


Asteroits !!

Wow, diz is amazing night.

Jbmet3

Pagi tadi, saat ku kembali menatap langit, aku liat asteroit. Ups, tepatnya asteroits, soalnya aku sampe liat tiga. Dan lagi tidak seperti biasanya bintang jatuh yang kulihat, kali ini jalannya cukup pelan (walaupun nun jauh di ketinggian sana jalannya pasti cepat banget), aku pikir pertama itu pesawat tapiii…. kecerahan dan bentuknya sangat beda, tidak ada pesawat setinggi itu yang bisa dilihat dengan mata telanjang. So, itu pasti bintang jatuh  (tepatnya sih bukan bintang,tapi batuan/asteroit yang menembus lapisan atmosfer bumi, karna bergesekan dengan udara, dia menjadi terbakar, dan oleh mata kita di bumi akan terlihat bercahaya). Biasanya aku cuma melihat bintang jatuh yang berjalan dengan sangat cepat. Paling 1 atau 2 detik sudah hilang. Namun kali ini dia bisa terlihat sampai hampir 15-20 detik, melintas dengan pelan di angkasa sana.

Trus yang lebih menakjubkan lagi, kali ini aku bisa liat asteroitnya pecah menjadi dua, WOOOOW benar-benar menakjubkan. Pertama cuma satu titik redup yang berjalan, tiba-tiba dia membelah menjadi dua dan kemudian langsung hilang. Amazing, ini pertama kalinya aku bisa liat asteroit yang pecah. Hampir saja aku loncat-loncat di atas atap, klo aku tidak ingat bahwa aku berdiri di atas kursi yang miring n cuma pegangan ama tali jemuran yang hampir putus. He..he…he..

Asteroit yang cepat hilang, mungkin dia terlalu tajam/vertikal jatuh ke bumi, hingga cepat terbakar ‘n habis. Yang kulihat pgi tadi lintasannya pasti cukup horizontal hingga bisa dengan perlahan terbakar dan suatu saat ketika menembus lapisan yang lebih dalam dari atmosfer bumi, ia terbelah menjadi dua dan langsung terbakar habis.

Aku juga ngamatin mars tadi pagi, cahayanya merah paling terang diantara benda langit yang lain, yang mengherankan di samping kanan mars (aku melihat mars saat pagi menghadap ke barat) aku melihat seperti ada kabut nebula, kumpulan bintang-bintang dengan ruang antar bintangnya turut bercahaya. Tapi apa benar ia bisa dilihat dengan mata telanjang yaa? Memang langit pagi tadi bersih banget, ga seperti malam-malam sebelumnya yang cuma kasih kesempatan liat bintang sebentar coz awan berarak segera menutupi langit.

Bunga

Hari ini aku kembali lewat di jalan yang sama. Seperti biasa jalan itu begitu kosong, hanya rerumputan hijau yang membatasi tepinya. Namun kali ini ada yang berbeda, ada satu bunga yang mekar pagi ini. Ah ….aku sudah berdoa agar kamu cepat mekar, slalu. Sebab aku ga bisa melakukan apa-apa untuk bunga kecil yang tumbuh di tengah rerumputan itu. Aku hanya bisa lewat, kembali dan terus pergi lagi. Entah siapa yang menyirammu, tapi aku pasti akan sangat berterimakasih padanya.

20000810_flower_road_10 

Kamu mekar tepat di pagi yang indah, cerah dan hangat penuh dengan cahaya matahari. Bahkan embun pagi ini juga turut menghiasi tubuhmu. Membuat matahari terbias dengan indah di sisi-sisi kelopakmu. Kerlingan cahayanya membuatku tak kunjung bosan menatapmu. Sengaja ku berhenti di tepi jalan dan menunduk, menikmati pesonamu. Keajaiban baru saja terjadi kupikir, hatiku yang lusuh kini terbasuh, senyumpun senantiasa menghiasi bibirku, bahagia karna melihatmu. Kamu tahu, aku tlah menunggumu lama, lama sekali. Berharap dan berdoa agar bungamu tumbuh dan mekar. Dan hari ini itu terjadi. Seandainya bisa,  akan kulupakan dunia ini, biarkan aku sejenak hanya bersamamu, menghirup dan hidup bersama harum warnamu.

Mekarlah selamanya, kataku, walaupun aku hanya bisa pergi dan datang. Namun ku berjanji, dan izinkanlah aku, untuk bisa menatapmu stiap kali kulewati jalan ini. Karna kamu, bunga kecil, mekar begitu indah.

[Senin, 3 Okt, pagi yang indah]

Hujan

Biarkan,

biarkan diriku tetap menjadi batu kecil

di tengah kali

dalam aliran air yang deras

kukan tetap diam di sana

dan melihatmu menjalani hidupmu sendiri

melihatmu menyusuri tepian-tepian batu yang lain

sampai kamu nanti bisa tertambat

…………………………………………………………..

Rain

Hujan ini mulai turun

deras dengan dinginnya yang menyelusup

ke persembunyian-persembunyian terakhir

ribuan tetes air

mulai ramai-ramai berpindah dan berjatuhan

dari lembar- ke lembar daun yang lain

dan hanya akan berhenti

jika tlah mencapai permukaan terakhir

Hujan ini mulai turun

dan tiba-tiba semuanya menjadi basah

membuat licin semua jalan yang pernah tercipta

membuat hilang semua jejak yang telah tertapak

Hujanku masih berlanjut di sini

bersama mendung kelabu

merajut bayang samar yang menipu

Hanya hutan ini yang tersisa

yang tak tahu apakah masih sanggup

menampung air yang jatuh ….