zen
Metode meletakkan pikiran. Maksudnya kita tidak memikirkan apapun juga, bahkan tidak berpikir bahwa kita harus tidak memikirkan sesuatu. Dalam keheningan ini, kita menjadi tak terpengaruh oleh apapun, kecemasan, kebahagian, kesakitan maupun kenyamanan. Bukan karena kita berusaha untuk melupakannya tapi karna memang kita tidak lagi memiliki alat untuk memberi perhatian kepada perasaan-perasaan tersebut:pikiran.
Itulah mungkin metode utama dalam Zen. Tujuan akhir dari jalan ini adalah sebuah pencerahan. Mengalami ketidakterpisahan. Ketika kesadaran kosmis ini dicapai, tidak ada kata-kata yang sanggup untuk menggambarkannya.
Meditasi zen bahkan tidak terpisah dari hidup kita. Contoh yang paling sering diceritakan adalah untuk mengalami dengan benar-benar apa yang sedang kita lakukan. Misalnya jika sedang makan benar-benar pusatkan perhatian pada makanan, rasanya, teksturnya di mulut, bagaimana setiap kunyahan melepaskan berbagai wewangian yang tercium di hidung. Bukannya memikirkan hal yang lain, misalnya habis makan ini ingin kemana yaa? Atau was-was pintu kamarku tadi sudah dikunci belum ya?
Guru vinaya You Yuan menanyai Zhao Zhou:
‘Apakah kau masih berlatih bidang-bidang pembinaan spritual?’
‘aku masih melakukannya.’
‘Bagaimana kau berlatih?’
‘Saat nasi datang, aku makan; saat kelelahan datang, aku tidur,’ jawab Zhao Zhou.
‘Semua orang melakukan itu; jadi, setiap orang menerapkan pembinaan spritual sepertimu!’
‘Tidak sama.’
‘Mengapa tidak sama?’
‘Saat waktunya makan, mereka tidak makan; mereka mengikatkan diri pada ratusan pikiran. Saat waktunya tidur, mereka tidak tidur; mereka diganggu oleh ribuan rencana yang penuh perhitungan’.
Begitulah, zen mengajarkan betapa berharganya setiap saat yang kita lalui.