Archive for June, 2007


Alien’
Universes around us?

Dimana
sebenarnya tempat kita dalam alam semesta ini? Atau mungkin
pertanyaan yang lebih tepat apakah alam semesta itu? Mari kita
samakan definisi mengenai alam semesta. Yang dimaksud alam semesta
adalah keseluruhan ruang dimana konsep kita mengenai alam berlaku
sama dimanapun tempatnya di dalam ruang tersebut. Dengan pengertian
ini, multiple universes seperti yang diajukan oleh Max Tegmark
(Parallel Universe, 2003) adalah berbagai alam semesta, dalam
berbagai tingkat keragaman (Tingkat 1: volume Hubble, tingkat 2:
gelembung Big Bang, tingkat 3: many worldnya mekanika kuantum dan
tingkat 4: struktur matematis) yang paling tidak setiap alam semesta
di dalamnya, jika kita melakukan pengukuran dimanapun dalam ruang di
dalamnya, memiliki state yang sama (tingkat 1: satu kondisi awal,
tingkat 2 dan 3: konstanta, dimensionalitas dan partikel, tingkat 4:
struktur matematika).

Selanjutnya
apakah yang dimaksud ‘Alien Universe’? Istilah ini dituliskan
oleh Merali dalam artikelnya di Newscientist.com edisi 19 Mei 2007.
Alien universe adalah alam semesta lain dalam tingkat 2, yaitu
gelembung big bang yang berada dalam
false
vacuum
.
Sejak diajukan, teori multiple universe sulit untuk dibuktikan secara
eksperimen karena universe yang lain benar-benar berada di luar alam
semesta kita. Sementara untuk mencapai tepian volume Hubble saja
sudah memakan waktu 13 milyar tahun cahaya, apalagi untuk keluar dari
gelembung big bang kita dan melancong ke alam semesta lain.

Colliding_universe_2

Alam
semsta yang bertabrakan. Alam semesta kita yang sedang mengembang
dengan cepat dapat bertabrakan dengan alam semesta Alien dan akhirnya
menyatu. Apakah alam semesta kita dapat bertahan atau tidak
tergantung pada parameter kosmologi alam semesta yang menabrak. Jika
tidak terlalu berbeda, kehidupan kita mungkin masih bisa diteruskan
dan jejaknya akan terlihat berupa anomali pada pola CMB skala besar.

Namun
paling tidak
Anthony
Aguirre dari University of California, Santa Cruz memikirkan sebuah
cara lain untuk membuktikan keberadaan Alien Universe disekitar alam
semesta kita. Argumennya adalah bahwa gelembung ruang-waktu lain
dapat bertabrakan dengan alam semesta kita. Jejak tabrakan ini akan
terekam dalam Cosmic Microwave Background (CMB) berupa anomali skala
besar dalam distribusi titik panas dan dingin. Menurut Carlo
Contaldi, ahli CMB di Imperial College London, anomali seperti ini
benar-benar ditemukan dalam pola CMB.

Jika
tabrakan ini terjadi, dinding gelembung ruang-waktu Alien akan
menabrak kita dan menghancurkan apa saja yang berada di depannya.
Tidak hanya itu, sifat materi dan parameter kosmologi yang berbeda
juga menghamburi kita, dan belum tentu cocok bagi kehidupan seperti
yang kita miliki saat ini.
Walaupun
demikian Alex Vilenkin dari Tufts University di Medford,
Massachusetts, baru-baru ini telah menghitung kemungkinan terjadinya
tabrakan maut tersebut. Hasilnya sangat kecil, namun kemungkinan
tersebut masih ada sehingga jejaknya masih dapat ditemukan lewat pola
CMB skala besar.

Source:
Artikel
berjudul
Is
the evidence for ‘alien’ universes all around us?

Yang ditulis oleh Zeeya Merali di NewScientist.com untuk edisi print
tanggal 09 May 2007. Serta paper Parallel Universe oleh Max Tegmark
tahun 2003.

 

quantum system and macroscopic world

Mengapa kita tidak merasakan dunia kuantum? Misalnya saja saat mengalami dua pilihan, masuk lewat pintu kiri atau kanan, kita tepat melewati keduanya pada saat yang bersamaan, persis seperti foton dalam eksperimen celah ganda, dimana gelombang probabilitasnya memberikan kemungkinan 50:50? Kenapa pula kucing Schrodinger tidak terlihat hidup sekaligus mati?
Alasannya sama seperti kenapa kita sulit menemukan pola interferensi dengan menggunakan cahaya lampu pijar. Yup … itu karena sumber cahaya lampu pijar tidak koheren. Dalam teori kuantum ini disebut dengan istilah ‘decoherence’. Sistem atom yang meluruh di dalam kotak Schrodinger bukan merupakan sistem mikroskopik yang terisolasi dari lingkungan. Sehingga yang seharusnya terjadi sifat koherensi, karena alterisasi lingkungan, misalnya molekul udara yang menumbuk atom bahan radioaktif, sistem tersebut menjadi decoherence. Hasilnya, saat kita membuka tutup kotak, seekor kucing tetap mengeong dan gelombang probabilitas matinya tetap ada di ruang Hilbert namun sudah teralterisasi sehingga tidak
terobservasi.